PROPOSAL USAHA
DAGANG
“NILA BAKAR
MERONA”
Disusun Oleh :
Bagus Setiyoko B 100 090
149
Waryanto B
100 090 138
Bangkit Alamsyah B 100 090 203
Kelas: D
FAKULTAS EKONOMI
/ MANAJEMEN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak,
vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein
ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino
dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan,
ikan merupakan pilihan tepat untuk diet pada masa sekarang dan masa yang akan
datang.
Kandungan gizi ikan air tawar cukup
tinggi dan hampir sama dengan ikan air laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi
dalam jumlah cukup. Tingginya kandungan protein dan vitamin membuat ikan yang
mudah dibudi dayakan ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak balita. Ikan air
tawar yang saat ini banyak dibudidayakan serta produksinya cukup tinggi,
mengalami perkembangan cukup cepat, mudah diperoleh, merupakan salah satu jenis
ikan konsumsi lokal yang harganya murah dan banyak diminati masyarakat dengan
keanekaragaman hidangan kulinernya. Salah satu ikan yang banyak digemari oleh
mansyarakat adalah jenis ikan nila, dikarenakan ikan nila mempunyai daging yang
tebal, enak dan gurih serta bisa dibuat bermacam kuliner apa saja.
Kami akan memulai usaha dengan
membuka usaha Nila Bakar. Karena ikan nila akan lebih terasa enak bila dimasak
dengan cara dibakar dan banyak digemari oleh masyarakat. Dalam mencari peluang
pasar, kami akan membuka usaha disekita kampus Universitas Muhammadiyah
Surakarta. Karena lingkungan kampus yang sangat ramai sehingga target pasar
adalah para mahasiswa, selain itu juga para masyarakat umum.
B. Tujuan
Tujuan dari
pelaksanaan usaha dagang Nila Bakar ini adalah:
1. Meningkatkan keuntungan rumah
tangga.
2.
Memenuhi
permintaan pasar akan kebutuhan ikan bakar yang siap komsumsi
3.
Meningkatkan
sektor usaha ikan bakar di wilayah setempat sekaligus agar masyarakat
mengetahui pengolahan ikan air tawar berdasarkan permintaan pasar.
PROFIL USAHA
Ikan nila merupakan
makanan yang banyak digemari oleh semua kalangan masyarakat, oleh karena itu
kami akan memulai merintis sebuah usaha dengan membuka usaha nila bakar. Ikan
nila bakar yang kami buat menggunakan resep istimewa yang tidak menggunakan
bahan pengawet dan bahan kimia lainnya, serta dijamin halal dan bergizi.
Usaha dagang
ini rencananya akan menempati lokasi di daerah sekitar kampus Universitas
Muhammadiyah Surakarta, yaitu tepatnya di Jalan Menco
Raya Nomor 8 RT 01 RW 10 Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, dengan sistem sewa tempat selama 4
tahun. Dipilihnya tempat tersebut sebagai kegiatan usaha karena selain
tempatnya memadai, letaknya juga strategis dan dekat dengan keramaian kota,
walaupun untuk memndapatkannya butuh anggaran yang sedikit mahal disbanding
tempat lain. Namun dipandang dari segi bisnis tempat tersebut mempunyai prospek
yang lebih baik dari aspek pemasaran, kemudahan pencapaian oleh konsumen maupun
aspek keamanannya. Pemilik warung nila bakar menetapkan jam buka mulai pukul
09.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB.
Pemilik
membuka usaha dagang ini selain ingin mendapatkan keuntungan, juga ingin
mengembangkan dalam bidang kuliner. Pemilik melakukan kerjasama dengan rekan
kuliah bernama Bagus Setiyoko dan Bangkit Alamsyah sebagai investor. Dalam
kerjasama tersebut akan menggunakan sistem bagi hasil dengan prosentase 60%
untuk investor dan 40% untuk pengelola usaha. Nama pemilik usaha dagang warung
“Nila Bakar” bernama Waryanto, sebagai pengelola usaha.
Adapun Struktur Organisasi usaha warung “Nila Bakar”,
sebagai berikut :
Ketua :
Waryanto
Bendahara :
Bangkit Alamsyah
Sekretaris :
Bagus Setiyoko

ANALISA PEMASARAN
A. Produk yang Dihasilkan
Jenis
produk yang dihasilkan dari usaha dagang kami bisa dibilang makanan pokok,
karena berupa ikan bakar yang
dihidangkan dengan nasi, lalapan dan sambal. Sebagai pembeda dengan produk lain
yang sejenis maka kami akan memberi label terhadap produk ini dengan nama “Ikan
Bakar Merona”.
B. Strategi Pemasaran
Strategi
pemasaran yang digunakan hanya sederhana dan tidak menggunakan biaya tetapi
tergolong efektif untuk mendapatkan pelanggan, yaitu melalui promosi dari mulut ke mulut (word of mouth),
di mana satu orang memberikan penjelasan kepada orang lain karena merasa
mendapatkan manfaat yang baik dari produk atau jasa yang digunakan. Promosi ini
sangat efektif karena biasanya orang lebih percaya kepada apa yang dikatakan
oleh saudara ataupun teman-teman yang sudah merasakan terlebih dahulu.
Selain itu
kami akan mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan, yaitu
dengan cara menjamin akan kebersihan tempat dan produk dan melayani pelanggan
dengan sopan dan ramah, dengan harapan pelanggan tersebut merasa nyaman dan
tertarik untuk datang kembali.
C. Strategi Harga
Pada awal produksi kami akan
memberikan diskon atau potongan harga kepada pelanggan, hal ini dikarenakan untuk
mengantisipasi adanya produk sama yang lain yang menerapkan haraga lebih murah
dari produk kita. Sehingga dengan adanya diskon maka diharapkan calon konsumen
akan mau mencoba dan tertarik untuk datang kembali.
D. Strategi Penjualan
Sebagai
usah kecil kami tidak memperkejakan karyawan. Dikarenakan selain hanya usaha
kecil yang mampu dikerjakan sendiri, juga untuk menghemat pengeluaran untuk
gaji karyawan.
Setiap
kegiatan memulai usaha harus mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau
pesaing, yaitu dengan analisis SWOT :
1. Kekuatan produk:
a.
Dapat
dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat.
b.
Produk
halal.
c.
Anjuran
para dokter untuk mengkonsumsi ikan setiap hari, karena merupakan makanan yang
bergizi tinggi.
d.
Harga
terjangkau.
e.
Kapan
dinikmati kapan saja.
2. Kelemahan produk:
a.
Kondisi produk
yang hanya bertahan kira-kira 10 jam / tidak tahan lama.
b.
Jenis
usaha yang mudah ditiru.
c.
Manajemen
sederhana.
3. Peluang
a.
Pangsa
pasar yang luas.
b.
Tempat
strategis.
c.
Bahan
baku mudah didapat.
d.
Fasilitas
yang memadai.
4. Ancaman
usaha
Munculnya pesaing baru yang menjual produk
yang sama dalam satu kawasan dan dengan harga yang lebih murah.
E. Rencana Strategi Pemasaran
Telah diketahui bahan baku yang kami gunakan berupa ikan,
sehingga untuk menjaga kesegaran ikan maka kami akan menggunakan bak
penampungan sebagai tempat bahan baku sebelum diproduksi, sehingga ikan-ikan
yang kami gunakan akan tetap hidup dan masih fres sebelum diolah.
Usaha
kami merupakan jenis usaha yang mudah ditiru, oleh karena itu maka kami akan
menggunakan racikan bumbu rahasia yang beda dengan produk ikan nila bakar yang
biasanya. Selain itu untuk membedakan dengan produk ikan nila bakar yang lain,
maka kami akan memberi label pada produk kami, yaitu “Nila Bakar Merona”.
Pada
awal pembukaan usaha dagang ini, kami menerapkan strategi pemasaran dengan
harga promosi di bawah harga sebenarnya, yaitu diskon sebesar 25%. Strategi ini
dilakukan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang kita tawarkan
dengan harga yang relatif murah.
F. Rencana Pengembangan Produk
1. Konsep Produk
Seperti
kita ketahui bahwa ada beberapa jenis masakan ikan bakar, beberapa diantaranya
adalah ikan nila bakar, ikan gurame bakar serta banyak lagi lainnya. Sedangkan
ikan bakar yang akan dipasarkan adalah jenis ikan bakar nila. Konsep produk
yang kita tawarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan konsep yang telah
ditawarkan oleh mereka yang memasarkan lebih dulu.
Dengan rasa
yang khas, gurih, tulangnya lunak dan terkesan elegan apabila membeli ikan
bakar ini maka dapat dikatakan ikan bakar produk kita adalah produk mutu dari
produk sejenis yang ada di pasaran.
2. Pengembangan Produk
Pengembangan produk kedepan untuk
produk ikan nila bakar ini cukup mudah karena mengingat bahwa jenis masakan
ikan bakar sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.
3. Uji Produk
Setelah kita mampu membuat produk
ikan nila bakar, maka produk ini perlu diujicoba kepada calon pelanggan untuk
mengetahui kekurangannya.
4. Persiapan Produk
Setelah kita mengetahui
keinginan konsumen seperti apa maka tahap selanjutnya adalah persiapan produksi. Persiapan prduksi
akan meliputi beberapa aspek, yang paling utama adalah persiapan sumber daya manusia
(SDM), bahan baku utama, bahan baku tambahan, alat pengolah, tempat produksi,
serta yang paling penting adalah sumber pendanaan.
PRODUKSI
A. Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan adalah
ikan nila segar dan bumbu masakan seperti bawang merah, bawang putih, kemiri,
kunyit, kecap, garam, jeruk nipis, tomat, cabai. Sedangkan alat yang digunakan
dalam proses pembuatan ikan nila bakar antara lain, tempat pembakaran, tempat
panggang, tempat adonan, bak, dan alat dapur.
B. Proses Pembuatan
Langkah-langkah dalam pembuatan ikan
nila bakar adalah sebagai berikut:
1. Ikan Nila dibelah dua, tapi jangan sampai putus.
2. Ikan nila di beri perasan jeruk nipis dan garam.
3. Bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih,
kunyit, kemiri dan garam diulek sampai halus, kemudian dioleskan permukaan ikan
sampai seluruhnya tertutup bumbu.
4. Bakar tiap sisinya sampai matang kira-kira 10 menit.
Sambal yang digunakan ada dua macam,
yaitu sambal terasi dan sambal kecap. Bahan-bahan sambal terasi antara lain
cabai, terasi, bawang merah dan tomat. Sedangkan sambal kecap terdiri dari
kecap, bawang berah, cabai dan tomat. Semua bahan-bahan tersebut kemudian
diulek sampai halus.
Setelah itu ikan nila bakar siap disajikan yang dilengkapi
dengan sambal dan nasi.
ANALISA KEUANGAN
1. ANALISA INVESTASI UASAHA
a. Modal Tetap Usaha / bulan:
a.1.
Aktiva Tetap
|
No
|
Keterangan
|
Perolehan
|
Nilai
Sisa
|
Umur
Ekonomis
/
tahun
|
Penyusutan
/
bulan
|
|
1
|
Gerobak atau etalase
|
2.500.000
|
250.000
|
3
|
62.500
|
|
2
|
Meja kursi 4 set
|
2.000.000
|
200.000
|
2
|
75.000
|
|
3
|
Alat panggangan
5 buah
|
250.000
|
25.000
|
1
|
18.750
|
|
4
|
Tempat pembakaran
|
1.200.000
|
180.000
|
2
|
42.500
|
|
5
|
Baskom/tempat bumbu 5 buah
|
100.000
|
10.000
|
1
|
7.500
|
|
6
|
Alat dapur
|
300.000
|
30.000
|
1
|
22.500
|
|
7
|
Bak air 4 buah
|
200.000
|
20.000
|
2
|
7.500
|
|
8
|
Peralatan makan dan minum 5 lusin
|
1.000.000
|
100.000
|
3
|
25.000
|
|
9
|
Kipas angin
|
300.000
|
60.000
|
2
|
10.000
|
|
10
|
Box es
|
80.000
|
5.000
|
2
|
3.125
|
|
11
|
Teko 2 buah
|
100.000
|
10.000
|
1
|
7.500
|
|
12
|
Serbet 5 set
|
25.000
|
4.000
|
1
|
1.750
|
|
13
|
Rice cooker
|
400.000
|
70.000
|
2
|
13.750
|
|
Jumlah
aktiva tetap
|
Rp.
8.455.000
|
Rp.
964.000
|
|
Rp.
297.375
|
|
a.2. BDM
|
Sewa tempat
|
Rp. 7.500.000
|
Umur sewa: 4 th
|
Penyesuaian:
Rp. 156.250
|
|
Jumlah
BDM
|
Rp. 7.500.000,-
|
|
Rp. 156.250,-
|
Modal tetap usaha = Jumlah Aktiva Tetap + Jumlah BDM
= Rp. 8.455.000 + Rp. 7.500.000
= Rp. 15.955.000,-
b. Modal Kerja / bulan:
b.1.
Biaya Tetap
Penyusutan Rp. 297.375
Penyesuaian Rp.
156.250
Biaya
Operasional
Listrik Rp. 50.000
Jumlah
Biaya Tetap Rp. 603.625,-
b.2. Biaya Variabel
|
Bahan-bahan
|
Keterangan
|
Total
|
Jumlah
|
Satuan
|
Harga
|
|
BB
Nila
Bakar
|
Ikan Nila
|
12.000.000
|
1500
|
Ekor
|
8.000
|
|
Bumbu-bumbu
|
750.000
|
1500
|
Per-ekor
|
500
|
|
|
|
Jumlah
|
Rp. 12.750.000
|
|
||
|
|
|||||
|
BB
The
|
Teh
|
300.000
|
25
|
Pak
|
12.000
|
|
|
Jumlah
|
Rp. 300.000
|
|
||
|
|
|||||
|
BB
Pendukung
|
Sayuran / lalapan
|
300.000
|
30
|
Kg
|
10.000
|
|
Arang
|
60.000
|
30
|
Kg
|
2.000
|
|
|
Beras
|
360.000
|
45
|
Kg
|
8.000
|
|
|
Gula Pasir
|
750.000
|
60
|
Kg
|
12.500
|
|
|
Es
|
375.000
|
50
|
Kg
|
7.500
|
|
|
Pelengkap lainnya
|
50.000
|
-
|
-
|
-
|
|
|
|
Jumlah
|
RP. 1.895.000
|
|
||
|
Jumlah
Biaya Variabel
|
Rp. 14.945.000
|
|
|||
v Modal Kerja / bulan
=
Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Variabel
=
Rp. 603.625 + Rp. 14.945.000
=
Rp. 15.548.625,-
v Modal Usaha
Modal
Tetap Usaha Rp.
15.955.000
Jumlah Rp.
31.503.625
Penyusutan ( Rp. 297.375 )
Total Investasi Usaha Rp.
31.050.000,-
2. TARGET HASIL PRODUKSI / Bulan
|
Keterangan
|
Target
/bulan
|
Satuan
|
|
Nila Bakar
|
1.500
|
Porsi
|
|
The
|
1.150
|
Gelas
|
|
Jumlah
Volume Produksi
|
2.650
|
|
3. KALKULASI BIAYA PRODUKSI/ Bulan
a. Biaya Variabel / Unit
=


v Nila Bakar
=


=


= 

= Rp.
9.215,-
v Teh
=


=


=
= Rp.
976,-
b. Biaya Tetap / Unit
= 

= 

= Rp. 228,-
c. Harga Pokok Produksi / Unit
|
Keterangan
|
Biaya Variabel / Unit
+
Biaya Tetap / Unit
|
Harga Jual / Unit
|
|
Nila Bakar
|
Rp. 9.215,- +
Rp. 228,- = Rp. 9.443,-
|
Rp.
13.000
|
|
The
|
Rp. 976,- +
Rp. 228,- = Rp. 1.204,-
|
Rp.
2.000
|
4. ANALISA BEP
a. BEP dalam Unit
=


v Nila Bakar
=
=


=
90 porsi
v Teh
=


=


=
256 gelas
Jumlah
BEP dalam Unit = 90 + 256 = 346
b.
BEP dalam Rupiah
= 

v Nila Bakar
=

=


=
Rp. 9.442,8
v Teh
=


=


= Rp. 1.203,7
5. ANALISA L/R
|
Keterangan
|
Uji BEP – Rp
|
Uji BEP – Unit
|
L/R
|
|
Jumlah Produk Terjual
|
|||
|
Nila
bakar
|
1.500
|
90
|
1.500
|
|
The
|
1.150
|
255
|
1.150
|
|
Jumlah Produksi
|
2.650
|
345
|
2.650
|
|
|
|
|
|
|
Penjualan
|
|||
|
Nila
bakar
|
14.164.316
|
1.170.000
|
19.500.000
|
|
The
|
1.384.308
|
452.000
|
2.300.000
|
|
Jumlah Penjualan
|
15.548.624
|
1.622.000
|
21.800.000
|
|
|
|
|
|
|
Biaya Tetap
|
(603.625)
|
(603.625)
|
(603.625)
|
|
|
|
|
|
|
Biaya Variabel
|
|||
|
Nila
bakar
|
(13.822.642)
|
(829.350)
|
(13.822.642)
|
|
The
|
(1.122.358)
|
(249.856)
|
(1.122.358)
|
|
Jumlah Variabel
|
(14.945.000)
|
(1.079.206)
|
(14.945.000)
|
|
Jumlah Laba (Rugi)
|
0
|
0
|
6.251.375
|
6. ANALISA ARUS KAS
|
Keterangan
|
Bulan Konstruksi
|
Arus Kas per Target
|
|
Saldo Kas Awal Bulan
|
|
15.095.000
|
|
KAS
MASUK:
|
|
|
|
Modal
Usaha
|
31.050.000
|
-
|
|
Penyesuaian
|
-
|
156.250
|
|
Penyusutan
|
-
|
297.375
|
|
Pendapatan:
|
|
|
|
Ikan
Nila
|
-
|
19.500.000
|
|
The
|
-
|
2.300.000
|
|
Jumlah KAS MASUK
|
31.050.000
|
37.348.625
|
|
KAS
KELUAR
|
|
|
|
Aktiva
Tetap
|
(8.455.000)
|
-
|
|
BDM
|
(7.500.000)
|
-
|
|
Biaya
Tetap/bln
|
-
|
(603.625)
|
|
Biaya
variabel/bln
|
|
|
|
Ikan
Nila
|
-
|
(13.822.642)
|
|
The
|
-
|
(1.122.358)
|
|
Jumlah KAS KELUAR
|
(15.955.000)
|
(15.548.625)
|
|
Saldo Kas Akhir Bulan
|
Rp. 15.095.000,-
|
Rp. 21.800.000,-
|
7. NERACA
NERACA
|
AKTIVA
|
PASIVA
|
||
|
Kas
BDM
(Penyesuaian)
Aktiva
Tetap
(Penyusutan)
|
21.800.000
7.500.000
(156.250)
8.455.000
(297.375)
|
Hutang
Modal
Laba (Rugi)
|
-
31.050.000
6.251.375
|
|
Jumlah
|
Rp. 37.301.375,-
|
Jumlah
|
Rp. 37.301.375,-
|
8. ANALISA KELAYAKAN USAHA
a.
Periode
Pengembalia Investasi (Payback Periode)
=
= 4,96 ( 5 bulan )
b.
Pengembalian
Investasi (ROI)
=
x 100% =
x 100% = 20,13 %
x 100% =
x 100% = 20,13 %
c.
Rasio
Manfaat dan Biaya (B / C Ratio)
=
=
= 2,4
=
= 2,4
d.
Perbandingan
Laba Usaha setelah Bagi Hasil dengan UMR :
UMR Rp.
750.000,-
LABA BERSIH USAHA Rp.
6.251.375,-
Pola Bagi Hasil:
ü Tn. Bagus (30%) Rp. 1.875.412,5,-
ü Tn. Waryanto (40%) Rp.
2.500.550,-
ü Tn. Bangkit (30%) Rp.
1.875.412,5,-
Pola
bagi hasil > Rp. 750.000 atau 3 : 1
PENUTUP
1. Aspek Pemasaran
Dalam hal pemasaran, kami menerap
beberapa strategi pemasaran untuk untuk mendapatkan calon konsumen, antara
lain:
a. Promosi dari mulut ke mulut (word of mouth),
di mana satu orang memberikan penjelasan kepada orang lain karena merasa
mendapatkan manfaat yang baik dari produk atau jasa yang digunakan.
b. Mengutamakan pelayanan yang terbaik
kepada para pelanggan, yaitu dengan cara menjamin akan kebersihan tempat dan
produk dan melayani pelanggan dengan sopan dan ramah, dengan harapan pelanggan
tersebut merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali.
c. Pada awal pembukaan usaha dagang
ini, kami menerapkan strategi pemasaran dengan harga promosi di bawah harga
sebenarnya, yaitu diskon sebesar 25%.
2. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)
Usaha dagang warung nila bakar ini
adalah milik sendiri, sumber daya manusia yang digunakan merupakan tenaga kerja
pribadi yang bertanggung jawab terhadap rasa dan mutu makanan, resep didapat
dari orang yang telah berpengalaman dibidang makanan ini. Mutu dan kualitas
secara rutin diawasi sehingga makanan yang dijual merupakan makanan yang
benar-benar layak untuk dikonsumsi.
3. Aspek Keuangan
Pada uraian-uraian sebelumnya terutama
terkait dengan hasil kalkulasi analisis keuangan, kiranya dapat diambil
kesimpulan bahwa proposal usaha dagang ikan nila bakar ini layak untuk direalisasi,
karena:
a. Dari aspek periode pengembalian
investasi, diperkirakan hanya dalam jangka waktu 5 bulan, seluruh investasi
usaha sudah kembali. Hal ini tentunya sangat mungkin terjadi bila target
penjualan setiap bulannya selalu tercapai.
b. Dari aspek pengembalian investasi,
hasil prosentase dengan tingkat 20,13% per bulan sangatlah mennjanjikan usaha
tersebut dijalankan, karena angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan
tingkat bunga deposito di bank yang rata-rata di bawah 2% per bulan.
c. Dari aspek rasio manfaat dan biaya,
hasil perbandingan 2,4 mempunyai arti bahwa untuk setiap Rp. 1,- pengeluaran
dapat ditutup dengan Rp. 2,4,- pendapatan, sehingga arus kas usaha tersebut
terhindar dari defisit anggaran.
d. Sedangkan dari perbandingan laba
bersih usaha untuk pengelola usaha setelah bagi hasil dengan tingkat Upah
Minimum Regional (UMR) daerah setempat adalah 3 : 1, yang berarti usaha ini
akan mampu memberikan kontribusi penghasilan bagi pengelola usaha kurang lebih
3 kali lebih besar dibanding dengan UMR daerah setempat.