Senin, 12 November 2012

Proposal Usaha Dagang


PROPOSAL USAHA DAGANG
“NILA BAKAR MERONA”







Disusun Oleh :
Bagus Setiyoko                                       B 100 090 149
Waryanto                                               B 100 090 138
Bangkit Alamsyah                                 B 100 090 203
Kelas: D

FAKULTAS EKONOMI / MANAJEMEN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
PENDAHULUAN
 
A. Latar Belakang
            Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet pada masa sekarang dan masa yang akan datang.
Kandungan gizi ikan air tawar cukup tinggi dan hampir sama dengan ikan air laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup. Tingginya kandungan protein dan vitamin membuat ikan yang mudah dibudi dayakan ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak balita. Ikan air tawar yang saat ini banyak dibudidayakan serta produksinya cukup tinggi, mengalami perkembangan cukup cepat, mudah diperoleh, merupakan salah satu jenis ikan konsumsi lokal yang harganya murah dan banyak diminati masyarakat dengan keanekaragaman hidangan kulinernya. Salah satu ikan yang banyak digemari oleh mansyarakat adalah jenis ikan nila, dikarenakan ikan nila mempunyai daging yang tebal, enak dan gurih serta bisa dibuat bermacam kuliner apa saja.
Kami akan memulai usaha dengan membuka usaha Nila Bakar. Karena ikan nila akan lebih terasa enak bila dimasak dengan cara dibakar dan banyak digemari oleh masyarakat. Dalam mencari peluang pasar, kami akan membuka usaha disekita kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Karena lingkungan kampus yang sangat ramai sehingga target pasar adalah para mahasiswa, selain itu juga para masyarakat umum.

B. Tujuan
            Tujuan dari pelaksanaan usaha dagang Nila Bakar ini adalah:
1.      Meningkatkan keuntungan rumah tangga.
2.     Memenuhi permintaan pasar akan kebutuhan ikan bakar yang siap komsumsi
3.      Meningkatkan sektor usaha ikan bakar di wilayah setempat sekaligus agar masyarakat mengetahui pengolahan ikan air tawar berdasarkan permintaan pasar.
 
PROFIL USAHA

            Ikan nila merupakan makanan yang banyak digemari oleh semua kalangan masyarakat, oleh karena itu kami akan memulai merintis sebuah usaha dengan membuka usaha nila bakar. Ikan nila bakar yang kami buat menggunakan resep istimewa yang tidak menggunakan bahan pengawet dan bahan kimia lainnya, serta dijamin halal dan bergizi.
            Usaha dagang ini rencananya akan menempati lokasi di daerah sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta, yaitu tepatnya di Jalan Menco Raya Nomor 8 RT 01 RW 10 Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, dengan sistem sewa tempat selama 4 tahun. Dipilihnya tempat tersebut sebagai kegiatan usaha karena selain tempatnya memadai, letaknya juga strategis dan dekat dengan keramaian kota, walaupun untuk memndapatkannya butuh anggaran yang sedikit mahal disbanding tempat lain. Namun dipandang dari segi bisnis tempat tersebut mempunyai prospek yang lebih baik dari aspek pemasaran, kemudahan pencapaian oleh konsumen maupun aspek keamanannya. Pemilik warung nila bakar menetapkan jam buka mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB.
            Pemilik membuka usaha dagang ini selain ingin mendapatkan keuntungan, juga ingin mengembangkan dalam bidang kuliner. Pemilik melakukan kerjasama dengan rekan kuliah bernama Bagus Setiyoko dan Bangkit Alamsyah sebagai investor. Dalam kerjasama tersebut akan menggunakan sistem bagi hasil dengan prosentase 60% untuk investor dan 40% untuk pengelola usaha. Nama pemilik usaha dagang warung “Nila Bakar” bernama Waryanto, sebagai pengelola usaha.
Adapun Struktur Organisasi usaha warung “Nila Bakar”, sebagai berikut :
Ketua              : Waryanto
Bendahara       : Bangkit Alamsyah
Sekretaris        : Bagus Setiyoko


ANALISA PEMASARAN

A. Produk yang Dihasilkan
            Jenis produk yang dihasilkan dari usaha dagang kami bisa dibilang makanan pokok, karena berupa ikan bakar yang dihidangkan dengan nasi, lalapan dan sambal. Sebagai pembeda dengan produk lain yang sejenis maka kami akan memberi label terhadap produk ini dengan nama “Ikan Bakar Merona”.

B. Strategi Pemasaran
            Strategi pemasaran yang digunakan hanya sederhana dan tidak menggunakan biaya tetapi tergolong efektif untuk mendapatkan pelanggan, yaitu melalui promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), di mana satu orang memberikan penjelasan kepada orang lain karena merasa mendapatkan manfaat yang baik dari produk atau jasa yang digunakan. Promosi ini sangat efektif karena biasanya orang lebih percaya kepada apa yang dikatakan oleh saudara ataupun teman-teman yang sudah merasakan terlebih dahulu.
            Selain itu kami akan mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan, yaitu dengan cara menjamin akan kebersihan tempat dan produk dan melayani pelanggan dengan sopan dan ramah, dengan harapan pelanggan tersebut merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali.

C. Strategi Harga
            Pada awal produksi kami akan memberikan diskon atau potongan harga kepada pelanggan, hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi adanya produk sama yang lain yang menerapkan haraga lebih murah dari produk kita. Sehingga dengan adanya diskon maka diharapkan calon konsumen akan mau mencoba dan tertarik untuk datang kembali.

D. Strategi Penjualan
            Sebagai usah kecil kami tidak memperkejakan karyawan. Dikarenakan selain hanya usaha kecil yang mampu dikerjakan sendiri, juga untuk menghemat pengeluaran untuk gaji karyawan.
            Setiap kegiatan memulai usaha harus mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu dengan analisis SWOT :

1.      Kekuatan produk:
a.       Dapat dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat.
b.      Produk halal.
c.       Anjuran para dokter untuk mengkonsumsi ikan setiap hari, karena merupakan makanan yang bergizi tinggi.
d.      Harga terjangkau.
e.       Kapan dinikmati kapan saja.
2.      Kelemahan produk:
a.       Kondisi produk yang hanya bertahan kira-kira 10 jam / tidak tahan lama.
b.      Jenis usaha yang mudah ditiru.
c.       Manajemen sederhana.
3.      Peluang
a.       Pangsa pasar yang luas.
b.      Tempat strategis.
c.       Bahan baku mudah didapat.
d.      Fasilitas yang memadai.
4.   Ancaman usaha
      Munculnya pesaing baru yang menjual produk yang sama dalam satu kawasan dan dengan harga yang lebih murah.

E. Rencana Strategi Pemasaran
            Telah diketahui bahan baku yang kami gunakan berupa ikan, sehingga untuk menjaga kesegaran ikan maka kami akan menggunakan bak penampungan sebagai tempat bahan baku sebelum diproduksi, sehingga ikan-ikan yang kami gunakan akan tetap hidup dan masih fres sebelum diolah.
            Usaha kami merupakan jenis usaha yang mudah ditiru, oleh karena itu maka kami akan menggunakan racikan bumbu rahasia yang beda dengan produk ikan nila bakar yang biasanya. Selain itu untuk membedakan dengan produk ikan nila bakar yang lain, maka kami akan memberi label pada produk kami, yaitu “Nila Bakar Merona”.
            Pada awal pembukaan usaha dagang ini, kami menerapkan strategi pemasaran dengan harga promosi di bawah harga sebenarnya, yaitu diskon sebesar 25%. Strategi ini dilakukan untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang kita tawarkan dengan harga yang relatif murah.

F. Rencana Pengembangan Produk
1. Konsep Produk
            Seperti kita ketahui bahwa ada beberapa jenis masakan ikan bakar, beberapa diantaranya adalah ikan nila bakar, ikan gurame bakar serta banyak lagi lainnya. Sedangkan ikan bakar yang akan dipasarkan adalah jenis ikan bakar nila. Konsep produk yang kita tawarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan konsep yang telah ditawarkan oleh mereka yang memasarkan lebih dulu.
            Dengan rasa yang khas, gurih, tulangnya lunak dan terkesan elegan apabila membeli ikan bakar ini maka dapat dikatakan ikan bakar produk kita adalah produk mutu dari produk sejenis yang ada di pasaran.
2. Pengembangan Produk
            Pengembangan produk kedepan untuk produk ikan nila bakar ini cukup mudah karena mengingat bahwa jenis masakan ikan bakar sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.
3. Uji Produk
Setelah kita mampu membuat produk ikan nila bakar, maka produk ini perlu diujicoba kepada calon pelanggan untuk mengetahui kekurangannya.
4. Persiapan Produk
Setelah kita mengetahui keinginan konsumen seperti apa maka tahap selanjutnya adalah persiapan produksi. Persiapan prduksi akan meliputi beberapa aspek, yang paling utama adalah persiapan sumber daya manusia (SDM), bahan baku utama, bahan baku tambahan, alat pengolah, tempat produksi, serta yang paling penting adalah sumber pendanaan.

           
PRODUKSI

A. Bahan Baku
            Bahan baku yang digunakan adalah ikan nila segar dan bumbu masakan seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, kecap, garam, jeruk nipis, tomat, cabai. Sedangkan alat yang digunakan dalam proses pembuatan ikan nila bakar antara lain, tempat pembakaran, tempat panggang, tempat adonan, bak, dan alat dapur.

B. Proses Pembuatan
            Langkah-langkah dalam pembuatan ikan nila bakar adalah sebagai berikut:
1.      Ikan Nila dibelah dua, tapi jangan sampai putus.
2.      Ikan nila di beri perasan jeruk nipis dan garam.
3.      Bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri dan garam diulek sampai halus, kemudian dioleskan permukaan ikan sampai seluruhnya  tertutup bumbu.
4.      Bakar tiap sisinya sampai matang kira-kira 10 menit.

Sambal yang digunakan ada dua macam, yaitu sambal terasi dan sambal kecap. Bahan-bahan sambal terasi antara lain cabai, terasi, bawang merah dan tomat. Sedangkan sambal kecap terdiri dari kecap, bawang berah, cabai dan tomat. Semua bahan-bahan tersebut kemudian diulek sampai halus.
Setelah itu ikan nila bakar siap disajikan yang dilengkapi dengan sambal dan nasi.




ANALISA KEUANGAN

1. ANALISA INVESTASI UASAHA
a.       Modal Tetap Usaha / bulan:
a.1. Aktiva Tetap
No
Keterangan
Perolehan
Nilai Sisa
Umur Ekonomis
/ tahun
Penyusutan
/ bulan
1
Gerobak atau etalase
2.500.000
250.000
3
62.500
2
Meja kursi 4 set
2.000.000
200.000
2
75.000
3
Alat panggangan
5 buah
250.000
25.000
1
18.750
4
Tempat pembakaran
1.200.000
180.000
2
42.500
5
Baskom/tempat bumbu 5 buah
100.000
10.000
1
7.500
6
Alat dapur
300.000
30.000
1
22.500
7
Bak air 4 buah
200.000
20.000
2
7.500
8
Peralatan makan dan minum 5 lusin
1.000.000
100.000
3
25.000
9
Kipas angin
300.000
60.000
2
10.000
10
Box es
80.000
5.000
2
3.125
11
Teko 2 buah
100.000
10.000
1
7.500
12
Serbet 5 set
25.000
4.000
1
1.750
13
Rice cooker
400.000
70.000
2
13.750
Jumlah aktiva tetap
Rp. 8.455.000
Rp. 964.000

Rp. 297.375


a.2. BDM
Sewa tempat
Rp. 7.500.000
Umur sewa: 4 th
Penyesuaian:
Rp. 156.250
Jumlah BDM
Rp. 7.500.000,-

Rp. 156.250,-


Modal tetap usaha  = Jumlah Aktiva Tetap + Jumlah BDM
= Rp. 8.455.000 + Rp. 7.500.000
= Rp. 15.955.000,-

b.      Modal Kerja / bulan:
b.1. Biaya Tetap
            Penyusutan                              Rp. 297.375
            Penyesuaian                            Rp. 156.250
Biaya Operasional
            Listrik                                      Rp.   50.000
                        Air                                           Rp. 100.000  +
Jumlah Biaya Tetap                        Rp. 603.625,-

b.2. Biaya Variabel
Bahan-bahan
Keterangan
Total
Jumlah
Satuan
Harga
BB
Nila Bakar
Ikan Nila
12.000.000
1500
Ekor
8.000
Bumbu-bumbu
750.000
1500
Per-ekor
500

Jumlah
Rp. 12.750.000


BB The
Teh
300.000
25
Pak
12.000

Jumlah
Rp. 300.000





BB
Pendukung
Sayuran / lalapan
300.000
30
Kg
10.000
Arang
60.000
30
Kg
2.000
Beras
360.000
45
Kg
8.000
Gula Pasir
750.000
60
Kg
12.500
Es
375.000
50
Kg
7.500
Pelengkap lainnya
50.000
-
-
-

Jumlah
RP. 1.895.000

Jumlah Biaya Variabel
Rp. 14.945.000


v  Modal Kerja / bulan
= Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Variabel
= Rp. 603.625 + Rp. 14.945.000
= Rp. 15.548.625,-
v  Modal Usaha
Modal Tetap Usaha                                                     Rp. 15.955.000
Modal Kerja                                                                Rp. 15.548.625  +
Jumlah                                                             Rp. 31.503.625
Penyusutan                              ( Rp. 297.375 )
Penyesuaian                            ( Rp. 156.250 )                                       +
Total Investasi Usaha                                    Rp. 31.050.000,-

2. TARGET HASIL PRODUKSI / Bulan

Keterangan
Target /bulan
Satuan
Nila Bakar
1.500
Porsi
The
1.150
Gelas
Jumlah Volume Produksi
2.650


3. KALKULASI BIAYA PRODUKSI/ Bulan
a.       Biaya Variabel / Unit
=
v  Nila Bakar
=
=
=
= Rp.  9.215,-


v  Teh
=
=
=      
= Rp. 976,-

b. Biaya Tetap / Unit
=
=
= Rp. 228,-

c. Harga Pokok Produksi / Unit


Keterangan
Biaya Variabel / Unit
+
Biaya Tetap / Unit

Harga Jual / Unit
Nila Bakar
Rp. 9.215,-  +  Rp. 228,-  = Rp. 9.443,-
Rp. 13.000
The
Rp. 976,-  +  Rp. 228,-  = Rp. 1.204,-
Rp. 2.000

4. ANALISA BEP
a. BEP dalam Unit
        =
v  Nila Bakar
=  
=
= 90 porsi
v  Teh
=
=
= 256 gelas

Jumlah BEP dalam Unit = 90 + 256 = 346

b. BEP dalam Rupiah
      =
v  Nila Bakar
=
=
= Rp. 9.442,8
v  Teh
=
=
= Rp. 1.203,7


5. ANALISA  L/R

Keterangan
Uji BEP – Rp
Uji BEP – Unit
L/R
Jumlah Produk Terjual
Nila bakar
1.500
90
1.500
The
1.150
255
1.150
Jumlah Produksi
2.650
345
2.650




Penjualan
Nila bakar
14.164.316
1.170.000
19.500.000
The
1.384.308
452.000
2.300.000
Jumlah Penjualan
15.548.624
1.622.000
21.800.000




Biaya Tetap
(603.625)
(603.625)
(603.625)




Biaya Variabel
Nila bakar
(13.822.642)
(829.350)
(13.822.642)
The
(1.122.358)
(249.856)
(1.122.358)
Jumlah Variabel
(14.945.000)
(1.079.206)
(14.945.000)
Jumlah Laba (Rugi)
0
0
6.251.375



6. ANALISA ARUS KAS

Keterangan
Bulan Konstruksi
Arus Kas per Target
Saldo Kas Awal Bulan

15.095.000
KAS MASUK:


Modal Usaha
31.050.000
-
Penyesuaian
-
156.250
Penyusutan
-
297.375
Pendapatan:


Ikan Nila
-
19.500.000
The
-
2.300.000
Jumlah KAS MASUK
31.050.000
37.348.625
KAS KELUAR


Aktiva Tetap
(8.455.000)
-
BDM
(7.500.000)
-
Biaya Tetap/bln
-
(603.625)
Biaya variabel/bln


Ikan Nila
-
(13.822.642)
The
-
(1.122.358)
Jumlah KAS KELUAR
(15.955.000)
(15.548.625)
Saldo Kas Akhir Bulan
Rp. 15.095.000,-
Rp. 21.800.000,-



7. NERACA

NERACA

AKTIVA
PASIVA
Kas
BDM
(Penyesuaian)
Aktiva Tetap
(Penyusutan)
21.800.000
7.500.000
(156.250)
8.455.000
(297.375)
Hutang

Modal
Laba (Rugi)
-

31.050.000
6.251.375
Jumlah
Rp. 37.301.375,-
Jumlah
Rp. 37.301.375,-


8. ANALISA KELAYAKAN USAHA
a.       Periode Pengembalia Investasi (Payback Periode)
=    =   = 4,96            ( 5 bulan )

b.      Pengembalian Investasi (ROI)
=  x 100%  =  x 100%  = 20,13 %

c.       Rasio Manfaat dan Biaya (B / C Ratio)
=   =   = 2,4
                                                                                                          
d.      Perbandingan Laba Usaha setelah Bagi Hasil dengan UMR :
UMR                                                                                       Rp. 750.000,-
LABA BERSIH USAHA                                                      Rp. 6.251.375,-
Pola Bagi Hasil:
ü  Tn. Bagus                                (30%)                          Rp. 1.875.412,5,-
ü  Tn. Waryanto                          (40%)                          Rp. 2.500.550,-
ü  Tn. Bangkit                             (30%)                          Rp. 1.875.412,5,-
Pola bagi hasil > Rp. 750.000 atau 3 : 1
PENUTUP

1. Aspek Pemasaran
            Dalam hal pemasaran, kami menerap beberapa strategi pemasaran untuk untuk mendapatkan calon konsumen, antara lain:
a.       Promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), di mana satu orang memberikan penjelasan kepada orang lain karena merasa mendapatkan manfaat yang baik dari produk atau jasa yang digunakan.
b.      Mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan, yaitu dengan cara menjamin akan kebersihan tempat dan produk dan melayani pelanggan dengan sopan dan ramah, dengan harapan pelanggan tersebut merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali.
c.       Pada awal pembukaan usaha dagang ini, kami menerapkan strategi pemasaran dengan harga promosi di bawah harga sebenarnya, yaitu diskon sebesar 25%.
           
2. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM)
            Usaha dagang warung nila bakar ini adalah milik sendiri, sumber daya manusia yang digunakan merupakan tenaga kerja pribadi yang bertanggung jawab terhadap rasa dan mutu makanan, resep didapat dari orang yang telah berpengalaman dibidang makanan ini. Mutu dan kualitas secara rutin diawasi sehingga makanan yang dijual merupakan makanan yang benar-benar layak untuk dikonsumsi.

3. Aspek Keuangan
            Pada uraian-uraian sebelumnya terutama terkait dengan hasil kalkulasi analisis keuangan, kiranya dapat diambil kesimpulan bahwa proposal usaha dagang ikan nila bakar ini layak untuk direalisasi, karena:
a.       Dari aspek periode pengembalian investasi, diperkirakan hanya dalam jangka waktu 5 bulan, seluruh investasi usaha sudah kembali. Hal ini tentunya sangat mungkin terjadi bila target penjualan setiap bulannya selalu tercapai.
b.      Dari aspek pengembalian investasi, hasil prosentase dengan tingkat 20,13% per bulan sangatlah mennjanjikan usaha tersebut dijalankan, karena angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan tingkat bunga deposito di bank yang rata-rata di bawah 2% per bulan.
c.       Dari aspek rasio manfaat dan biaya, hasil perbandingan 2,4 mempunyai arti bahwa untuk setiap Rp. 1,- pengeluaran dapat ditutup dengan Rp. 2,4,- pendapatan, sehingga arus kas usaha tersebut terhindar dari defisit anggaran.
d.      Sedangkan dari perbandingan laba bersih usaha untuk pengelola usaha setelah bagi hasil dengan tingkat Upah Minimum Regional (UMR) daerah setempat adalah 3 : 1, yang berarti usaha ini akan mampu memberikan kontribusi penghasilan bagi pengelola usaha kurang lebih 3 kali lebih besar dibanding dengan UMR daerah setempat.